BIODATA

  • Nama: Hepi Andi Bastoni
  • TTL: Baturaja, 5 November 1975
  • Alamat: Taman Kenari Blok B6 3A Rt 04/10 Ciluar Bogor Jawa Barat
  • Jumlah Anak: 5

PENDIDIKAN

  • LIPIA Jakarta
  • S2 Pemikiran Politik Islam IAI Al-Akidah Jakarta. Judul tesis: “Pemikiran Politik Muawiyah bin Abu Sufyan”
  • S2 Manajemen Pendidikan Universitas Ibnu Khaldun Bogor. Judul tesis: Konsep Pendidikan Muhammad Abduh
  • S3 Manajemen Pendidikan Islam Universitas Ibnu Khaldun (Sedang menyusun tugas akhir) Judul disertasi: Keunggulan Para Shahabat Sebagai Hasil Didikan Rasulullah (dalam proses)

AKTIVITAS DAKWAH DAN SOSIAL

  • Ketua Pelaksana Harian Yayasan az-Zumar Bogor (2008 – sekarang)
  • Pembina Yayasan For Us (2004 – Sekarang)
  • Penasihat Yayasan Thalabil Ilmi (2010 – Sekarang)
  • Ketua Yayasan Ibnu Hisyam Bogor (2011 – sekarang)
  • Humas IKADI Kota Bogor (2012 – 2016)
  • Pembimbing Jamaah Umrah (2014 – sekarang)
  • Pengisi kajian on line Grup WA dengan ribuan anggota yang tersebar di berbagai wilayah.

PROFESI DAN AKTIVITAS

Mengajar, Menulis dan Berbisnis

Mengajar :

  • Ketua STIT Fatahillah Cileungsi Kab Bogor (2019 – sekarang)
  • Dosen Akademi Kimia Analisis Kota Bogor (2013 – sekarang)
  • Dosen Maqtab Shalahuddin Bogor (2018 – sekarang)
  • Dewan Pembina Surau Islamic Homeschooling (2020 – sekarang)
  • Mengisi 53 Majelis Taklim Wilayah Jabodetabek dan sekitarnya
  • Mengisi Training ‘Sirah Nabawiyah’ di beberapa pelatihan

Menulis :

  • Kontributor Majalah al-Intima’ (2012 – 2019)
  • Wartawan Majalah Taman Melati (1998 – 2000)
  • Wartawan Majalah Islam SABILI (2000 – 2007)
  • Pemred Majalah al-Mujtama’ (2008 – 2010)
  • Menulis 56 judul buku, 13 di antaranya terbit di Malaysia
  • Menulis ribuan artikel di beberapa media

Berbisnis :

  • Direktur Utama PT Lintas Global Wisata (Lintas Travel)
  • Owner Penerbit Pustaka al-Bustan (2005 – sekarang)
  • Direktur CV Jaya Inti Persada (2011 – sekarang)
  • Komisaris PT Indana Multi Kreasi (2013 – sekarang)
  • Pengelola Bisnis Online  

Official Social Media (Klik di bawah)

PAKET BUKU TRILOGI KEMENANGAN

Ketiga buku ini menceritakan dengan detil kisah Perang Badar, Uhud dan Khandaq beserta dengan hikmah dan ibrah di setiap kisahnya.

Ketika sebuah pasukan perang kembali membawa kemenangan, umumnya mereka disambut aneka sanjungan. Hal ini sungguh berbeda dengan surat al-Anfal yang turun usai Perang Badar. Komentar ilahiyah itu justru tak banyak memberikan pujian, tapi sarat kritik dan anjuran berbenah.

 

Di sinilah Allah ingin memberikan pelajaran berharga bagi kaum Muslimin. Bahwa, orang yang menang tak selalu harus mendapat sanjungan, dan orang kalah tak mesti dikritik habis-habisan. Sebab, sanjungan kerap membuat orang lupa diri, kritikan tak jarang membuat orang putus asa.

Buku ini bukan semata menuturkan bagaimana terjadinya perang Badar, tapi juga membedah strategi Nabi memenangkan pertempuran.

Judul               : Manajemen Kemenangan, Belajar dari Perang Badar

Penulis           : Hepi Andi Bastoni

Ukuran           : 13 x 17 cm

Penerbit         : Pustaka al-Bustan

Halaman        : xx + 297 halaman

Harga asli      : Rp 75.000

Harga Promo Rp 50.000

Allah menyebut kekalahan itu dengan qarhun (luka). Karena itu, wajar jika di antara sekian banyak peperangan yang diikuti Rasulullah, yang paling berkesan adalah Perang Uhud. Perang ini tak hanya menyisakan kenangan pahit, tapi juga penyesalan begitu mendalam.

Berkeluh kesah dan menyesali kekalahan tentu takkan membuahkan manfaat. Mengatur strategi dalam menghadapi kekalahan lalu mengubahnya menjadi kemenangan, itu yang harus jadi tujuan.

 

Apa saja strategi menghadapi kekalahan? Bagaimana mengubahnya menjadi kemenangan? Buku ini mengurainya.

Judul buku     : Kekalahan Menjadi Kemenangan, Belajar dari Perang Uhud

Penulis           : Hepi Andi Bastoni

Ukuran           : 13 x 17 cm

Penerbit         : Pustaka al-Bustan

Halaman        : xvii + 251 halaman

Harga             : Rp 75.000

Harga Promo : Rp. 50.000

Madinah dikepung. Dari luar, pasukan Quraisy dan sekutunya terus mengintai bak harimau yang sedang mengincar buruannya. Dari dalam Madinah, Yahudi Bani Quraizhah berkhianat ibarat anjing yang siap menggigit tuannya. Orang-orang munafik pun menggunting dalam lipatan, siap memanfatkan peluang jika tiba saatnya.

 

Dalam kondisi terjepit seperti itu, pasukan kaum Muslimin menggagas parit sebagai benteng pertahanan. Strategi yang sama sekali tak dikenal di kalangan bangsa Arab sebelumnya. Hampir sebulan mereka dikepung. Tapi umat Islam bisa bertahan. Bahkan, di akhir peperangan merekalah yang menang. Nabi saw pun berseru lantang, Mulai sekarang, kita yang menyerang mereka. (HR Bukhari).

 

Nah, bagaimana strategi kaum Muslimin dalam memenangkan peperangan ini? Apa saja hikmah yang bisa kita ambil untuk dilaksanakan di era sekarang?

Judul buku     : Menang dengan Bertahan, Belajar dari Perang Khandaq

Penulis           : Hepi Andi Bastoni

Ukuran           : 13 x 17 cm

Penerbit         : Pustaka al-Bustan

Halaman        : xx + 297 halaman

Harga asli      : Rp 75.000

Harga Promo : Rp. 50.000